Posted by : Erdian Syah Wednesday, November 23, 2011

Wahai para pemuda, kalian telah mengetahui bahwa Islam yang dalam kenyataannya sesuai dengan fitrah, perilaku, dan undang-undang mengikuti keberadaan cinta yang ada dalam fitrah manusia dan mengalir dalam diri dan perasaannya.

"...(Tetaplah atas) fitrah Allah, yang mana Dia telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah..." (QS. Ar-Ruum [30]: 30)

Jika demikian, maka ubahlah oleh kalian potensi cinta dan kasih sayang tersebut ke arah kemajuan peradaban, dan yang dapat menuntun ke surga sabagai tempat istirahat terbaik di sisi Rabb Yang Maha Menentukan.

Artinya, jadikanlah perasaan cinta yang dilandasi keimanan yang terealisasikan dalam cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul SAW, dan cinta kepada jihad di jalan-Nya, di atas segala cinta dalam hidup ini, yakni di atas kecintaan kepada keluarga, tanah air, jiwa, pangkat, kedudukan, keduniaan, harta kekayaan, dan di atas segala cinta yang berharga dan mahal sekalipun.

Apakah kalian tahu kenapa haru demikian?

Tujuannya adalah agar kalian dalam hidup ini menjadi pemuda yang dapat menempuh perjalanan kemuliaan dan supaya memahami bahwa hanya Islamlah satu-satunya agama yang benar dan diridhai-Nya.

Agar kalian dapat mempersembahkan kemuliaan kepada umat, keagungan kepada tanah air, serta kekuatan dan kekokohan kepada agama kalian. Agar kalian mampu mengemban tugas dakwah Islam di pundak kalian dan tegar dalam menghadapi segala bentuk rintangan dan tantangan di jalan dakwah.

Agar kalian dapat mempersembahkan kemenangan dan ketersebar-luasan Islam, baik siang maupun malam, serta dapat menempatkan umat pas posisi yang mulia.
  • Seorang muslim yang tidak menjadikan Allah sebagai tujuannya, Islam sebagai manhajnya, dan Rasulullah SAW sebagai teladannya, niscaya tidak akan merasakan manisnya iman dan Islam dalam hatinya.
  • Seorang muslim yang menuruti hawa nafsunya untuk mengikuti penyair fasiq dan wanita pelacur tidak bisa dikatakan sebagai muslim, walaupun ia puasa, sholat, dan mengklaim bahwa dirinya muslim.
  • Seorang muslim yang selalu mencintai syahwat, harta benda, seperti emas dan perak, adlah muslim yang lemah imannya dan goyah aqidahnya.
  • Seorang muslim yang menghanyutkan dirinya di belakang syahwat wanita dan terkungkung dalam lumpur kehinaan dan dosa adalah muslim yang tidak punya semangat dan rendah kepribadiannya.
  • Seorang muslim yang menyembah hawa nafsu yang jahat dan tunduk pada perintah nafsu yang jahat adalah muslim yang lepas kendali dan hancur kemuliaannya.
  • Seorang muslim yang berada di belakang bisikan setan dan melakukan perilaku hewan adalah manusia yang buruk akhlaknya, mati nuraninya, dan tidak memiliki tanggungjawab. Oleh karena itu, junjung tinggilah oleh kalian motto cinta ketuhanan, untuk mengokohkan tekad, keinginan, dan ambisi kalian yang menggebu dengan keimanan.
Tambatkanlah hati kalian kepada Allah SWT, jiwa kalian pada Islam, dan cinta kalian kepada Rasulullah SAW, agar kalian dapat mengembalikan kemuliaan masa lalu yang meluas, menegakkan negeri Islam yang kuat di dunia ini, dan mengembalikan posisi kebudayaan dan politik Islam di alam ini.

- Copyright © Penjelajah Kehidupan - Erdian Syah - Powered by Blogger - Designed by Erdian Syah -